TUGASSEJARAHDRZ

DOKTOR ZUL, INI TUGAS SEJARAH DAN PENGABDIAN

Dalam beberapa kesempatan, banyak masyarakat yang bertanya kepada saya. Kenapa Doktor mau menjadi calon gubernur NTB, padahal sudah nyaman menjadi Anggota DPR RI. Doktor itu kan dari Sumbawa, agak sulit menangnya kalau dari Sumbawa. Bagaimana nanti kalau kalah. Sayang loh jabatan Anggota DPR RI.

Perlu saya sampaikan kepada kita semua, sebagaimana apa yang saya sampaikan dalam setiap kesempatan menyapa masyarakat NTB. Bahwa Doktor Zul ini adalah seorang berdarah Sumbawa. Di kampung kita diajarkan tentang karakter, komitmen memegang teguh apa yang menjadi tekad untuk diwujudkan. Komitmen inilah yang menjadi kompas pengarah bagi saya dalam mengarungi gelombang politik yang ada.

Kenapa saya harus maju menjadi calon gubernur?

Saya maju karena tugas sejarah. Tugas pengabdian. Saya melihat NTB ke depan, akan banyak hadir kawasan ekonomi baru. Ada Global Hub di Lombok Utara dengan nilai investasi puluhan triliun yang harus dipikirkan serius.

Mega proyek Mandalika di Lombok Tengah. Dan Lombok tengah ini juga harus dipikirkan serius, kenapa? Karena Mandalika adalah one of the best investment destination di NTB. Jadi, Nggak cukup anak NTB itu, yang muda-muda piawai bicara, hebat berdebat, jadi aktivis ini, itu, tapi nggak bisa bahasa Inggris.

Karena nanti uang itu tidak mengenal asal daerah. Proyek bisnis itu tidak mengenal kata pribumi atau tidak. Kalau Anda mampu, Anda akan dapat posisi. Jadi, investment puluhan triliun itu sudah di depan hidung kita.

Sumber pertumbuhan ekonomi baru juga di Sumbawa Barat. Anda bayangkan kenapa saya ini harus maju sebagai tugas sejarah. Ketika smelter itu ada di Sumbawa Barat, akan ada pelabuhan laut baru, bandar udara baru, pembangkit listrik baru, dan sebagainya ada di Sumbawa Barat.

Apa tidak pilu hati kita kalau tiba-tiba orang Sumbawa Barat mengatakan, tidak boleh orang Lombok kerja disini. Apa nggak sakit hati kita kalau Mandalika berkembang kemudian orang Lombok Tengah mengatakan hanya pribumi Lombok Tengah yang boleh bekerja di sini.

Nah, kalau ini terjadi, pemahaman dasar kita atas agama yang namanya al islam ini perlu dikoreksi secara serius. Islam hadir sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta    

Oleh karena itu, diperlukan orang yang benar-benar serius mengabdi dan mampu menyiapkan SDM-SDM ini, yang tidak mengkotak-kotakkan, yang tidak membedakan suku ini, suku itu, agama ini, agama itu. Bukan yang menguras modal sosial kita.

Jadi ke depan, kita harus perlakukan pemimpin sebagai orang yang berkorban bukan kita hidangkan dengan kemewahan yang luar biasa, sehingga dengan segala cara mereka berusaha memperebutkan kekuasaan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *