GUBERNURKU

DOKTOR ZUL, SAYA MAJU MENJADI CALON GUBERNUR KARENA TUGAS SEJARAH

“Saya maju menjadi calon gubernur adalah tugas sejarah. Agar orang-orang muda itu, jangan sampai punya potensi besar, punya kemampuan tapi tidak punya keberanian. Karena nggak punya uang dan bukan keturunan orang tertentu, padahal pintar, pandai, serta mampu akhirnya nggak berani maju”.

Pernyataan ini disampaikan Doktor Zul dalam acara temu relawan muda Loteng di Towkol Café, Minggu (19/11/2017). Ia menjelaskan bahwa dengan sistem demokrasi liberal seperti sekarang ini, banyak menghasilkan pemimpin yang terpilih karena faktor keluarga, keturunan, dan lain-lain. Menurutnya, harus ada keberanian untuk memutus mata rantai kepemimpinan seperti ini.

Ia mengaskan bahwa kalau rantai kepemimpinan seperti itu tidak diputus, masyarakat akan menjadi korban. Masyarakat akan sengsara dan orang-orang yang mempunyai kualitas, mempunyai potensi besar untuk menjadi pemimpin hanya akan menjadi staf khusus. Ia merasa mata rantai itu sangat penting diputus.  

“Demokrasi liberal seperti sekarang menghasilkan banyak pemimpin, yah, kalau nggak anaknya, kemudian istrinya dan lain-lain. Nah, rantai kepemimpinan seperti ini harus punya keberanian untuk diputus. Kalau nggak masyarakat akan sengsara dan orang hebat itu akan menjadi staf khusus saja maksimal. Nah itu penting”. Ungkapnya.

Selanjutnya Doktor Zul menceritakan bahwa dirinya bukan orang baru di politik. Ketika menjadi mahasiswa, Ia merupakan orang pertama dari NTB yang menjadi ketua BEM di Universitas Indonesia (UI). Selama hampir 15 tahun menjadi Anggota DPR RI. Puncaknya saat ikut menjadi Calon Gubernur di Banten pada usia 32 tahun berpasangan dengan Marissa Haque. Ia hanya kalah tipis dari rival politknya, Ratu Atut.    

“Saya di politik itu sudah lama. Waktu jadi Mahasiswa, pernah jadi ketua BEM di UI. Orang NTB pertama yang jadi ketua BEM di UI. Ini saya sudah jadi anggota DPR ini hampir 15 tahun. Tiga periode. Ikut pemilihan gubernur sudah pernah juga. 11 tahun yang lalu saya jadi Calon Gubernur di Banten. Wakil saya namanya Marissa haque. Umur saya waktu itu ketika jadi Calon Gubernur itu 32 tahun. Saya hanya kalah 2%. Mungkin Allah, kalau kita jadi gubernur di Banten, tidak bertemu teman-teman hari ini. Pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *