JOKI

PACUAN KUDA & MASA DEPAN JOKI CILIK KITA

Kita sering bangga dengan joki-joki cilik di pacuan kuda kita di NTB ini. Seakan-akan dengan joki cilik jadi simbol keberanian masyarakat kita. Atas nama budaya, kita sering bangga pada hal-hal yang membahayakan.

Bagi yang pernah ke arena pacuan di malam hari, di saat tak ada lagi perlombaan mestinya kita miris dengan pemandangan yang mengenaskan. Anak-anak yang mestinya sekolah dan menikmati masa kanak-kanak yang indah kadang wajahnya menerawang kosong.

Wajah-wajah mungil tanpa dosa itu seperti menatap masa depan yang kosong tanpa arah. Mereka kadang memeluk teguh malam, dengan mata nanar tanpa harapan.
Anak-anak ini menjadi joki bukan karena hobi. Anak-anak ini menjadi joki bukan karena pilihan mereka sendiri. Mereka menjadi joki karena memang orang tuanya sedang berkelahi dengan kehidupan dan sangat membutuhkan penghasilan.

Penghasilan para joki di setiap event pacuan kuda memang lumayan. Karena uangnya lumayan, orang tua mereka kadang tak lagi menganggap sekolah itu penting. Ketika mereka tak sekolah, maka susah sekali buat mereka menggapai masa depan yang gemilang.
Anak-anak ini sebenarnya sudah mati di dalam hidup. Tapi tak akan merubah apa-apa kalau kita cuma bisa mengutuk kegelapan. Prinsipnya sederhana. It is better to light a candle than to curse the darkness. Ayo lakukan sesuatu, sekecil apapun itu, daripada kita terus mengutuk kegelapan tanpa penyelesaian.

Karenanya Sejak awal pacuan kuda di sirkuit angin laut Sumbawa memang ada sedikit pemandangan yang tak biasa. Ketika malam mulai menyapa. Joki-joki cilik ini tak lagi meringkuk menunggu fajar datang. 

Mereka oleh kakak-kakaknya dari Fakultas Psikologi UTS di ajak untuk menikmati sekolah di tengah kompetisi orang dewasa. Anak kecil, joki-joki kecil kita ini selain di ajar alif, ba, ta, juga diperkenalkan dengan metode belajar yang riang dan menyenangkan.

Dikumpulkan berdasarkan tingkatan kelas dan diajar pelajaran sekolahnya kembali agar tak ketinggalan. Senang rasanya melihat senyuman mereka merekah kembali. Senang rasanya melihat tawa dan cekikikan gembira anak-anak kita ini kembali. Senang rasanya melihat mereka kembali punya harapan dan masa depan.

Buat kakak-kakak mahasiswa yang berbuat tanpa pamrih, terima kasih banyak. Anda sudah berbuat banyak untuk masa depan adik-adik kecil kita ini. Anda telah membuat jiwa yg mati itu hidup dan tumbuh kembali. Karenanya, teruslah ikhlas berbuat dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Dan Jangan pernah ada kata jera dalam berbuat kebaikan!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *